Yuk Kulik Lebih Dalam! 5 Momen Bersejarah Benteng Vredeburg di Yogyakarta

Yuk Kulik Lebih Dalam! 5 Momen Bersejarah Benteng Vredeburg di Yogyakarta – Yogyakarta memang sebuah kota wisata yang sangat mengesankan. Di setiap titiknya selalu ada cerita baru yang sempurna dari wajah Yogyakarta. Ada banyak tempat wisata yang dapat menjadi tujuan kunjungan Anda di Yogyakarta. Untuk wisata sejarah dan budaya, memang bukan rahasia lagi. Yogyakarta adalah gudangnya.

Salah satu tempat wisata sejarah dan budaya di Yogyakarta yang saat ini kembali hits dan banyak dijadikan tujuan kunjungan wisatawan adalah Benteng Vredeburg. Di Benteng inilah Anda akan dapatkan berbagai macam pengalaman wisata yang seru dengan segudang cerita – cerita baru. Bahkan ada berbagai moment bersejarah yang bisa Anda kulik jika datang kemari. Lengkapi perjalanan wisata Anda di Yogyakarta dengan berkunjung ke Benteng Vredeburg!

Moment Bersejarah di Benteng Vredeburg Yogyakarta

Pernah hancur dihantam gempa

Pada tahun 1787 bencana gempa bumi pernah melanda Yogyakarta dengan begitu dahsyat. Hal ini nyatanya turut mengiringi perjalanan dari Benteng Vredeburg. Di masa tersebut, Benteng Vredeburg mengalami kerusakan total 70 persen. Pada akhirnya karena saat itu Benteng Vredeburg masih dikuasai oleh Belanda akhirnya Belanda kembali membangun benteng ini. Mereka turut mengganti namanya. Benteng Vredeburg yang awalnya bernama Rustenburg kemudian diganti Vredeburg seperti yang sekarang ini kita kenal. Di waktu yang bersamaan, Benteng Vredeburg dianggap sebagai suatu simbol perdamaian Belanda dan Keraton dimana keduanya berkaitan erat.

Tak lepas kaitannya dengan Keraton

Walau secara de facto Benteng Vredeburg dikuasai oleh Belanda selama ratusan tahun, nyatanya tuan tanahnya tak pernah berganti. Sejak tahun 1760 sampai tahun 1942, Keraton Yogyakarta merupakan pemilik tetap bagi tanah di Benteng Vredeburg. Bahkan ketika waktu itu Jepang masuk sampai akhirnya meninggalkan Indonesia di akhir tahun 1945, status ini sama sekali tidak ada yang berubah.

Dikuasai Belanda 3 kali, Inggris sekali

Semenjak berdiri di medio tahun 1760 sampai pertengahan 1942, Benteng Vredeburg berada dibawah kekuasaan dua penjajah yaitu Belanda dan Inggris. Alhasil, selama ratusan tahun, Benteng Vredeburg menjadi saksi kunci kekuasaan empat penguasa dari sisi penjajah. Hal ini dimulai dengan Gubernur Direktur Belanda wilayah Pantai Utara Jawa. Nicolaas Harting yang menguasai sejak 1760 – 1765, Gubernur Belanda W.H.Ossenberg di tahun 1765 – 1788, Gubernur Van De Burg di tahun 1799 – 1807 sampai pemerintahan Inggris dibawah komando Jenderal Raffles di tahun 1811 – 1916.

Sebagai pusat penawanan Jepang

Sejak Belanda diusir oleh Jepang tahun 1942, Benteng Vredeburg beralih fungsinya. Dengan penguasaan secara de facto oleh Jepang, kemudian Benteng Vredeburg dijadikan sebagai markas Kempetei atau polisi Jepang. Serta menjadi rumah tahanan bagi orang Belanda dan Indo – Belanda bahkan kaum politisi RI yang menentang Jepang. Beberapa sudut yang ada di Benteng Vredeburg bahkan menjadi ruang siksa bagi tawanan.

Serangan Umum 1 Maret

Setelah dibajak kembali oleh Belanda melalui Agresi Militer II, status dari Benteng Vredeburg pernah goyah di tahun 1948. Akan tetapi hanya butuh waktu kurang dari satu tahun bagi Indonesia untuk kembali merebutnya. Tepat di tanggal 1 Maret 1949, Tentara Negara Indonesia, melancarkan serangan tepat ke pusat kota Yogyakarta terhadap pasukan Belanda. Setelah memukul Belanda keluar dari Benteng Vredeburg kemudian Benteng Vredeburg kembali diserahkan kepada pangkuan Indonesia di saat itu juga.

Itulah berbagai moment bersejarah Benteng Vredeburg di Yogyakarta. Anda bisa dapatkan berbagai pengalaman wisata menarik dan berbagai cerita penuh pengalaman ketika berkunjung ke Benteng Vredeburg ini.

News Feed